Cpx24.com CPM Program Cpx24.com CPM Program

Our Presence

Need for information makes me inspired to create something that could be useful .. We are here to provide iformasi that may be useful.

Traffic, Income, Profit

Go to Blogger affan-personalweb

This is default featured post 3 title

Go to Blogger Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

This is default featured post 4 title

Go to Blogger Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Lifestyle

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

S E O

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Relationship

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Adsense

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Competition

Go to Blogger Go to Blogger affan-personalweb

Tampilkan postingan dengan label Bisnis-Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis-Karir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Memulai Bisnis: Mengungkap Rahasia Sukses !

Tiga Langkah Menuju Bisnis yang Sukses
Sebuah survey oleh lembaga penelitian internasional beberapa waktu yang lalu mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawan perusahaan tidak “happy” dengan alasan mereka tidak puas dengan gajinya dan khawatir akan masa depan mereka setelah pensiun. Kenapa?

Baik. Kita langsung ke topik utama saja yaitu soal uang, yang bagi kebanyakan orang merupakan salah satu parameter ketentraman hidup. Ada tiga cara untuk memperoleh uang banyak dalam waktu singkat. Pertama, menang undian berhadiah. Kedua, dapat warisan dan yang ketiga menikahi orang kaya.

Meskipun ketiga cara itu singkat tapi kalau kita perhatikan ada satu faktor utama yang membuat ketiga hal agak sulit direalisasikan. Faktor ini adalah kontrol. Anda tidak punya kontrol kapan Anda dapat warisan atau menang undian. Nikah dengan orang kaya pun saingannya pasti berat dan butuh keberuntungan besar.

Harusnya ada cara efektif dan Anda punya kontrol disitu.

Betul – Anda perlu memulai bisnis. Cara ini lebih efektif bahkan dibandingkan dengan menyimpan uang di bank dan menyerahkan uang Anda untuk dimain-mainkan oleh fund manager.

Ada dua mentalitas dalam dunia kerja. Anda bekerja untuk orang lain atau Anda mempekerjakan orang lain. Anda bekerja untuk bisnis orang lain atau Anda memiliki bisnis sendiri.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa bekerja untuk orang lain itu adalah buruk. Banyak sekali alasan bagus untuk menjadi karyawan orang lain. Misalnya, bekerja untuk suatu perusahaan membuat Anda belajar bagaimana suatu bisnis berjalan sehingga Anda bisa membuka bisnis sendiri. Faktanya, saya pernah menjadi karyawan di beberapa perusahaan selama kurang lebih 10 tahun.

Dengan kata lain, Anda bekerja untuk orang lain sambil belajar dan dibayar untuk pendidikan Anda. Banyak orang-orang sukses yang berangkat dari bawah dengan belajar bekerja dari orang lain. Pengalaman ini yang tidak bisa dibeli. Bayangkan ketika Anda sekolah Anda harus membayar pendidikan. Dengan menjadi pekerja, boss Anda membayar biaya belajar Anda. Deal yang jauh lebih bagus kan?

Nah, sekarang kita asumsikan bahwa Anda sudah membuat keputusan untuk memulai sebuah bisnis. Anda sudah belajar dari pengalaman orang-orang lain di dunia bisnis. Sekarang Anda punya cita-cita untuk menjadi……istilahnya: pengusaha atau entrepreneur.

Definisi pengusaha adalah:
  • Orang yang menjalankan bisnis dengan sukses
  • Dia menggunakan bisnisnya untuk menghasilkan pendapatan pasif (passive income)
  • Dia berekspansi atau menjual bisnisnya
Menurut kamus, definisi “pengusaha” mengikutsertakan kata “risiko”. Ini penting karena untuk menjalankan bisnis Anda harus menginvestasikan uang dan waktu. Ada kemungkinan Anda tidak memperoleh apapun dan bisnis Anda jatuh. Ini bagian dari permainan dan ada tiga hal yang harus Anda sadari sebelum memulai sebuah bisnis.

Pertama, buat intensi. Ini penting karena kebanyakan dari kita hanya ingin menikmati hasil akhir tanpa mau menjalani proses step-by-step. Intensi diperlukan untuk memelihara semangat Anda, terutama ditahap-tahap awal yang berat. Kesempatan Anda untuk menjadi sukses bisa naik 80% dengan kekuatan intensi ini. Anda lebih yakin melangkah dan tidak bingung untuk memulai bisnis.

Kedua, menetapkan tujuan (goals). Alokasikan waktu untuk menuliskan apa saja tujuan Anda berbisnis. Tulis diatas kertas dan letakkan di tempat-tempat yang Anda bisa lihat. Misalnya kaca kamar mandi.

Tujuan diperlukan sehinga Anda konsisten dalam perjalanan bisnis Anda. Kenapa? Karena jalan menuju sukses akan penuh dengan rintangan. Pengusaha sukses meraih kesuksesannya dengan jatuh bangun melewati banyak hambatan di perjalanan. Anda jatuh, Anda bangun lagi. Dua hal yang akan terjadi: Anda akhirnya sukses atau Anda selesai. Kalaupun Anda selesai orang lain akan angkat topi dan menghargai perjuangan Anda. Pengalaman Anda pun semakin kaya.

Ketiga, keberuntungan. Mereka yang sukses tidak bisa bilang mereka tidak beruntung. Keberuntungan sangatlah penting. Tetapi keberuntungan tidak akan datang kalau kita tidak mencoba. Anda harus mencoba sekali, dua kali, dan seterusnya hingga pintu keberuntungan terbuka. Mereka yang sukses diberkahi keberuntungan. Triknya adalah jangan berhenti mencoba sampai akhirnya keberuntungan menghampiri Anda.

Dengan mencoba terus menerus Anda akhirnya menjadi mahir dan mengerti cara paling efektif dalam berbisnis. Okay, banyak orang bilang, “9 dari 10 orang dalam bisnis akan gagal”. Tidak perlu khawatir karena Anda masih punya kemungkinan 10% untuk sukses. Bandingkan dengan kemungkinan menang undian berhadiah. 10% adalah angka yang realistis dan terbuka untuk keberhasilan.

Sekarang bagaimana memulai langkah awal berbisnis. Bisnis adalah tindakan dan tindakan adalah kepanjangan dari pemikiran. Pemikiran sendiri timbul setelah ide turun. Jadi langkah pertama adalah mencari ide tentang bisnis apa yang paling cocok untuk Anda.

Saya memiliki filosofi bahwa ide muncul dari ketenangan didalam. Coba observasi diri Anda dan lihat apa yang Anda punya yang bisa Anda tawarkan ke dunia. Lihat keahlian dan ketrampilan Anda. Kemudian perhatikan sekeliling dan amati kegiatan-kegiatan yang mungkin cocok dengan apa yang Anda punya dan Anda yakin Anda bisa mengerjakannya lebih baik.

Anda bisa memulai dari hal yang Anda suka atau apapun yang Anda biasa lakukan tetapi kali ini buatlah dalam konteks bisnis untuk menghasilkan uang. Ide tidak harus kompleks. Rumah makan Padang ada dimana-mana. Yang ditawarkan adalah makanan cepat saji dari Tanah Minang. Sederhana saja kan? Gunakan kreatifitas Anda untuk membuat itu lebih baik dan jangan terjebak ke mentalitas pekerja yang mengharapkan penghasilan tetap dan aman.

Satu hal lagi adalah faktor waktu. Anda perlu kompromi dengan waktu dan menyadari bahwa waktu adalah teman, bukan pesaing. Proses membutuhkan waktu dan kesabaran. Semakin Anda berlatih Anda menjadi semakin ahli. Satu saat hari yang Anda nanti-nantikan akan datang. Di hari itu Anda mengatakan bahwa Anda tidak menyesal melakukan ini semua. Hari dimana Anda merasakan kesuksesan dari usaha Anda sendiri.

Hidup Bahagia, Sukses Berkarir?

Tidak ada yang meragukan kalau Hermawan adalah seorang pengusaha sukses di Jakarta. Ia memiliki beberapa bidang usaha yang ia kelola bersama mitra bisnisnya. Namun ia merasakan ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Komunikasi dengan istri dan anaknya sangat terbatas karena hampir setiap hari ia bekerja.
Sementara Sandra, seorang lulusan universitas terkenal di luar negeri, justru bingung menentukan pilihan karirnya. Selama ini ia kuliah karena mengikuti keinginan orang tuanya untuk menjadi financial planner. Namun dalam hati kecilnya ia merasa tidak tertarik untuk bekerja di bidang keuangan. Melukis adalah passion yang ia miliki dalam hidup. Ia gelisah diantara dua pilihan: membahagiakan orang tuanya atau mengikuti nuraninya untuk mengekspresikan bakatnya.
Memiliki karir yang sukses tentunya dambaan setiap orang. Bukan hanya uang yang kita peroleh, tetapi juga status di mata masyarakat. Namun pertanyaannya adalah: “Apakah karir sukses menjamin hidup bahagia?”. Apabila Anda bahagia di tempat kerja dan di rumah tentunya Anda salah satu orang yang paling beruntung di dunia. Sebaliknya, apabila tidak ada keseimbangan antara karir dan keluarga maka barangkali Anda merasa ada yang kurang dalam hidup ini.

Tujuan Hidup
Kalau kita melihat hidup sebagai anugerah maka kita akan merawatnya dengan sepenuh hati. Kehadiran Anda di dunia ini semata-mata untuk menumbuhkan hidup, bukan untuk menghabiskan hidup. Terlepas dari apa pekerjaan Anda atau berapa banyak uang yang Anda miliki, Anda selalu memiliki kesempatan untuk menjadikan hidup Anda menjadi lebih bermakna.
Tujuan hidup membuat Anda bergairah dan mempunyai semangat untuk berkarya terlepas dari rutinitas yang Anda jalani setiap hari. Keyakinan terhadap tujuan ini mempermudah Anda untuk merancang hidup yang selaras dengan:
  • Kepribadian Anda
  • Bakat dan kemampuan yang Anda miliki
  • Kepuasan yang ingin Anda capai
  • Nilai Anda dimata orang lain
Tujuan hidup bukanlah sesuatu yang abstrak. Anda bisa membagi tujuan hidup ini dalam beberapa aspek kegiatan yang berkaitan satu dengan yang lain sehingga Anda bisa memberi fokus pada apa yang ingin Anda capai. Aspek kegiatan yang dimaksud bisa meliputi: karir, keluarga, kesehatan, hobi, agama atau spiritual, dan  pengembangan diri. Tentukan apa yang Anda inginkan dari masing-masing aspek ini. Kemudian Anda menjadi lebih cerdas dalam merancang dan menjalani hidup Anda.

Tujuan Karir
Menentukan tujuan karir merupakan awal dari kebahagiaan bekerja. Untuk itu Anda perlu mendefinisikan alasan Anda bekerja dan apa yang Anda inginkan dari karir Anda. Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini barangkali bermanfaat dalam penyusunan tujuan karir:
  1. Apa alasan Anda memilih satu jenis pekerjaan? Apakah itu latar belakang pendidikan, bakat, minat, atau keinginan orang tua.
  2. Apa yang Anda inginkan dari karir Anda? Apakah itu uang, jabatan, wewenang, atau aktualisasi diri.
  3. Apa yang menjadi prioritas sebuah pekerjaan? Apakah itu gaji yang besar, lokasi yang nyaman, atau waktu yang fleksibel.
  4. Berapa banyak waktu yang Anda ingin gunakan untuk bekerja? Apakah Anda ingin punya waktu berlibur? Bagaimana pengaturan waktu dengan keluarga dan teman-teman?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas Anda menjadi tahu motivasi Anda bekerja. Tujuan pun menjadi lebih jelas dan Anda bisa mengukur seberapa besar kebahagiaan yang akan Anda peroleh dari aspek kehidupan karir Anda.

Penghargaan Diri
Sebagai makhluk ciptaan Tuhan masing-masing orang memiliki keunikan tersendiri. Apa yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain, demikian pula sebaliknya. Menghargai diri sendiri merupakan tindakan bijaksana untuk menyadari bahwa diri kita sudah merupakan pribadi yang utuh seperti apa adanya sekarang. Keterbatasan yang kita miliki justru bisa menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan diri.

Hidup bahagia dan sukses berkarir tidak lepas dari penghargaan terhadap siapa diri Anda dan apa yang sudah Anda lakukan dalam hidup ini.
Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa diri Anda merupakan orang yang paling penting dalam hidup Anda. Ini bukan anggapan ego yang sempit. Tetapi sebaliknya, diri Anda merupakan sumber kebahagiaan bagi diri Anda sendiri.
Anda menjadi semakin kreatif dalam merancang hidup dengan bertambahnya kesadaran terhadap keunikan dan potensi yang Anda miliki. Anda adalah pelukis dan lukisan itu sendiri. Keyakinan terhadap hal ini memberikan energi, fokus dan kepercayaan diri. Terlepas dari kondisi apapun yang Anda alami saat ini, Anda selalu memiliki kesempatan untuk mengembangkan hidup Anda sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai. Sekarang.

Corporate Slave: Pekerja Paksa Zaman Modern?

Memahami Totalitas dalam Bekerja
Beberapa bulan yang lalu, kata-kata corporate slave atau budak perusahaan,  terdengar oleh saya kembali. Kata-kata ini terucap oleh keponakan saya, dimana saat itu saya bertanya tentang rencana dia untuk menghabiskan waktu diakhir pekan itu. Jawaban dia saat itu “ wah…nggak bisa kemana-mana, harus kekantor, ada kerjaan yang harus diselesaikan, biasa....corporate slaves....”, merupakan jawaban sambil bercanda yang sebenarnya mempunyai banyak makna. Keponakan saya mengucapkan itu, bukan karena ketidaksiapan dia untuk memberikan yang terbaik pada pekerjaan dan tugasnya, melainkan ungkapan bahwa, sebagai pegawai kantoran, dia mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dia, dan itu, kalau perlu harus dia lakukan pada saat libur weekend sekalipun, karena terpaksa atau ada perintah. Dia mengibaratkan dirinya layaknya corporate slave…

Memang sudah menjadi tradisi dimuka bumi ini, ketika kita telah mencapai umur tertentu dan dengan gelar tertentu, telah tiba waktunya buat kita untuk mencari kerjaan pada perusahaan. Tentu saja biasanya perusahan atau instansi pemerintah yang diincar adalah yang terbaik menurut kita masing-masing untuk mendapatkan nafkah dan mendapatkan karir yang terbaik. Tetapi tradisi atau kebiasaan bekerja pada perusahaan, atau menjadi pegawai sebuah perusahaan, belum tentu adalah yang terbaik buat kita masing-masing, ini juga berlaku pada tradisi atau kebiasaan umum lainnya dalam masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Bisa saja menjadi pegawai sebuah perusahaan, dimana kita akan mengabdi pada perusaahaan itu merupakan kesalahan terbesar yang kita lakukan. Karena mungkin bagi diri kita masing-masing, masih ada cara lain untuk meningkatkan kehidupan kita dengan mendapatkan nafkah dengan tidak menjadi pegawai perusahaan.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan orang-orang yang menjadi pegawai perusahaan, melainkan sekedar sharing agar dimanapun kita bekerja, kita harus memberikan totalitas kita tetapi kita harus pula menerima hasil dari totalitas kita dengan upah dalam arti yang seluas-luasnya, yang sepadan, yang memberikan kepuasan total dalam diri kita. Terutama dalam pengembangan diri kita.

Sudah sangat mengakar dalam kehidupan sebagian besar dari manusia, bahwa menjadi pegawai suatu perusahaan adalah tindakan yang paling aman untuk mencari nafkah dan menjamin dan menunjang kelangsungan hidupnya. Tetapi apakah hal ini benar? Apakah memposisikan diri kita setiap saat, dengan atau tanpa disadari, dengan atau tanpa alasan, pada posisi siap untuk di phk oleh perusahaan, adalah tindakan yang paling aman dalam kehidupan kita untuk mencari nafkah dan menunjang kehidupan kita?

Tentu saja jawabannya ada pada diri kita sendiri, bagaimana kita kerja, disiplin dan sebagainya merupakan jaminan yang terbaik yang kita miliki saat bekerja pada sebuah perusahaan. Tetapi jelas itu bukan jaminan 100% bahwa menjadi pegawai adalah satu-satunya cara untuk mencari nafkah dan menjalani kehidupan kita. Anda akan terjamin bila anda dalam kontrol penuh, dan menjadi pegawai adalah menjadi seseorang yang dikontrol, dalam hal ini oleh perusahaan.

Menjadi pegawai perusahaan adalah proses barter antara waktu yang kita berikan berupa tenaga dan pikiran  dengan upah yang kita terima dari perusahaan. Upah ini dapat berupa gaji, tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi atau mobil dinas, rumah dinas dan sebagainya. Jadi kita akan menerima upah saat kita memberi tenaga dan pikiran kita pada perusahaan. Bagaimana kalau kita sedang tidak memberikan tenaga dan pikiran kita pada perusahaan, seperti saat berlibur, saat berkumpul dengan keluarga atau saat tidur sekalipun? Apakah pada saat-saat itu kita tidak boleh atau tidak bisa mendapat upah?  Apakah kita harus mendapatkan upah saat kita kerja saja? Apakah yang kita lakukan dengan tenaga dan pikran diluar jam kerja tidak boleh mendapat upah? Mungkin jawaban anda adalah boleh saja, itu yang namanya kerja sambilan. Tetapi akan ada yang memberi masukan bahwa berbuat hal seperti itu tidak akan memberikan totalitas kita kepada perusahaan, mungkin timbul ”conflict of interest” dan sebagainya. Jadi  apakah barter  yang terjadi saat kita memberikan waktu kita yang berupa tenaga dan pikiran dan sebagai balasan dari yang kita berikan, kita menerima upah dari perusahaan merupakan barter yang terbaik? Bagaimana dengan waktu lainnya dalam kehidupan kita?

Apakah ada cara lain?

Tentu saja ada, dan hal yang paling penting adalah, menjadikan “waktu” yang kita miliki dalam kehidupan menjadi sesuatu yang mempunyai “nilai”.

Kita harus membuat sebuah sistem agar “waktu” kita memberikan “nilai” lebih kepada orang lain dan ini harus bergulir secara terus menerus, duapuluh empat jam sehari , tujuh hari seminggu. Kita harus bisa juga menciptakan pendapatan pasif atau passive income dari waktu yang ada dalam kehidupan kita. Ini dapat berupa apa saja, seperti membangun sebuah perusahaan, membangun situs dan blognya , atau  yang lainnya. Yang penting adalah bahwa apa yang dilakukan itu, sejak dimulai, akan selalu mengalirkan pendapatan kepada kita, baik hal itu sedang kita tangani langsung atau tidak.

Ada juga yang berpendapat bahwa dengan bekerja pada sebuah perusahaan, kita akan mendapatkan pengalaman  kehidupan. Tapi perlu diingat bahwa pengalaman yang kita dapatkan dalam pekerjaan kita sebagai pegawai sebuah perusahaan adalah pengalaman dari kerja di lingkungan kerja kita itu sendiri. Sedangkan pengalaman kehidupan, kita selalu dapatkan baik itu kita seorang pegawai peruhaan ataupun tidak. Dan pengalaman kerja yang kita dapatkan pada sebuah perusahaan tempat kita bekerja, biasanya terbatas dan selalu merupakan pengulangan dengan disertai bumbu-bumbu modifikasi disana-sini saja. Dan bisa saja tanpa kita sadari, kita menjadi seseorang yang berada dalam sebuah sangkar yang kurang dapat leluasa bergerak.

Kembali kepada keponakan saya diawal tulisan ini, saya sempat bertanya kepada dia
“Apakah kamu memang benar-benar menikmati atau enjoy dalam pekerjaan, apakah memang itu yang kamu inginkan, kamu harus bertanya dalam dirimu yang terdalam untuk dapat jawaban yang benar. Lupakan tradisi dan coba lihat dengan perspektif lain”. Hal ini saya ajukan, karena tanpa sadar, walau dalam keadaan bercanda, ia telah menyatakan dirinya sebagai corporate slave......

Dua minggu  kemudian, keponakan saya memberitahu kepada saya bahwa, setelah merenung dan memikirkan secara mendalam, ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Tentu saja hal ini membuat saya kaget sejenak. Tapi menurut dia, kedua orangtuanya sangat mendukung apa yang akan dilakukannya. Orang tua yang bijak.
Dan ia mengakui bahwa selama ini, sebenarnya ia kurang senang dan tidak enjoy dengan pekerjaannya. Sebagai seorang yang masih berusia muda, ia akan coba merefleksi dirinya, apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia berpikir bahwa kemungkinan untuk melanjutkan kuliah pada jenjang yang lebih tinggi, mungkin alternatif yang terbaik saat ini baginya.

Tentu saja sebagai paman, setelah kaget sejenak, saya merasa bangga dengan keponakan saya. Ia yang masih muda itu sudah mengetahui bahwa ia harus mendapatkan upah yang sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan dengan tidak menikmati pekerjaannya jelas ia tidak mendapatkan balasan yang  sesuai. Bisa saja itu dari ”materi” atau hal lainnya. Yang jelas ia tidak enjoy.

Apa yang akan dilakukan oleh keponakan saya selanjutnya, adalah hak dia sendiri. Dia mempunyai kebebasan penuh untuk meneruskan pengalaman kehidupannya.

Apakah itu melanjutkan sekolah, bekerja pada perusahaan atau mungkin ia sudah siap untuk :
  • Tidak mau lagi mengucapkan kepada atasannya ”maaf pak”,  walaupun kesalahan pekerjaan terletak pada kebodohan atasannya itu sendiri.
  • Tidak mau lagi mengemis untuk kenaikan gajinya pada perusahaan dan siap untuk menargetkan berapapun ”gaji” yang ingin diterimanya, hanya dengan tindakan dan ijin dirinya sendiri.
  • Tidak mau lagi menerima peraturan-peraturan yang kadang-kadang tidak masuk akal, dan bekerja lebih bebas
  • Menjadi bahagia tanpa menjadi pegawai dan mendirikan usaha sendiri.
Semua jawaban itu tentu saja ada pada keponakan saya sendiri. Hanya ia yang tahu apa yang terbaik baginya, to be a corporate slave or not...

Yang penting ia harus melakukan totalitas dari apa yang dikerjakannya, dan menikmati hasil ketotalitasan yang telah ia berikan.

Apakah anda siap untuk bertanya kepada diri sendiri?

Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno

3 Kunci Rahasia Menuju Sukses
3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air.  Mereka makan malam di udara terbuka. 

Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk.  Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil.  Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali.  Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.

Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu.  Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.

Pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala.  Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana.  Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama.  Mereka memutuskan untuk menikah.

Keluarga si pemuda bilang tidak.  Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh.  Tapi si pemuda bersikeras.  Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala.  Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.

Keluarganya tidak membantu.  Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.
Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“.  Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya.  Namun si Pemuda tidak peduli.  Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.

Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala.  Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.

Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam.  Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung.

Namun jembatan bisikan itu tetap tegar !

Dan begitulah pula dengan kita.  Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.

Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit.  Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan.  Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.
(Mutiara Kebijakan Timur, oleh C.F. Wong)

Kunci-Kunci Sukses
Bagi saya, cerita di atas sangat mengesankan.  Maknanya sangat dalam.  Dalam cerita itu, andapun dapat menangkap makna-makna yang luar biasa.

Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, maka cerita jembatan cina kuno itu, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat.  Dalam cerita itu, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi. 

Kunci-kunci itu tak terbantahkan.  Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses.  Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun.

Kunci-kunci itu telah menolong mereka.  Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.

Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu?  Saya menemukan ada tiga yang utama:
 1.    Tujuan yang jelas.
2.    Berani merubah tradisi
3.    Kesabaran tiada akhir.


1.    Tujuan yang jelas.
 Tujuan sang pemuda jelas.  Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan.

Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang.  Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat.  Karenanya, jembatan itu harus dibangun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut.  Perhitungan tepat.  Jembatan itu tahan dihantam badai.

Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis.  Inilah awal semua cerita bisnis.  Apakah tujuan anda berbisnis?  Apakah uang dan kekayaan melimpah?  Atau Kedudukan terhormat?  Popularitas?  Atau pembuktian diri?  Atau apa?

Saya menawarkan, buatlah tujuan bisnis anda adalah : Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Jadi, berbisnis itu memang untuk  kaya.  Punya uang dan kekayaan melimpah.  Tapi uang dan kekayaan itu hanya alat.  Alat untuk memberi manfaat untuk sesame.

Jadi, buat penghasilan anda Rp. 5 milyar per bulan.  Maka anda dapat membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, beasiswa, investasi bisnis kecil, dan sebagainya.  Pokoke tujuan anda adalah memberi manfaat bagi sesama.  Dengan begitu hidup anda akan tenang dan bahagia.

Otak anda akan bekerja sesuai tujuan anda.  Bila tujuan anda  Rp. 100 juta, maka otak anda akan bekerja di tingkat Rp. 100 juta itu.  Coba tetapkan tujuan Rp. 1 juta, maka otak anda akan bekerja sepersepuluhnya.  Karenanya, tetapkan tujuan bisnis tinggi.  Dengan itu, otak dan tindakan anda akan mengikuti.

Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi.  Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda.  Mereka menghalangi anda.  Mereka melemahkan semangat anda.  Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi.  Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.

Bila anda menuruti kata mereka, saya pastikan anda akan berhenti.  Sang pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ia mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja.  Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi.  Untung sang pemuda tak mendengarkannya.

Pernahkan anda ingin kenalan dengan gadis/pria yang menarik bagi anda? Begitu anda mau bergerak, anda mendengar suara-suara negatif di benak anda.  Anda ikuti suara negatif itu.  Anda pasti berhenti bergerak.

Anda paling-paling  cuma memandangnya dari kejauhan.  Anda bayangkan betapa enaknya bisa kenalan.  Tapi anda masih tidak bergerak.  Tapi begitu anda berpikir : “Saya akan mengenalnya.  Apapun yang terjadi.  Malu, malu dah.“  Jreng anda pun bertindak.


2. Berani Merubah Tradisi
 Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi.  Menikah dengan tetangga.  Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu.  Ia merubahnya.  Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa.
 
Karena itu, ia jadi orang luar biasa.  Meski untuk itu, ia harus membayar harganya.  Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya.

Dalam hidup banyak tradisi.  Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus.  Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu.  Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang.  Mereka menyerah pada tradisi.  Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.

Pilihannya ada pada anda.  Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas.  Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.

Harga tujuan mengikuti tujuannya.  Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah.  Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.

Bila anda ingin pendapatan Rp.100 juta per bulan, anda tidak mungkin mendapatkannya dengan menjadi karyawan.   Anda harus berbisnis. Meski dengan begitu anda harus berjuang merubah banyak tradisi.  Terutama tradisi dalam pikiran anda sendiri.

Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental.  Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya.  Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko.  Anda cenderung mundur ke belakang.

Untuk mengatasi masalah ini, anda harus fokus pada tujuan anda.  cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali.  Sang pemuda Cina pun begitu. Keraguan dan ketakutan menghampirinya.  Tapi ia fokus pada tujuannya.  Keinginannya menikah dengan gadis pujaan, membakar lagi semangatnya.

Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal.  Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan. 

Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu.  Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah.

Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya.  Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda. 

Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses.  Pelajari apa sih rahasia mereka. 

Cara keenam, lihat sekeliling anda.  Cari orang-orang gagal.  Perhatikan hidup mereka yang menderita.  Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.

3. Kesabaran Tiada Akhir.
 Sang Pemuda membangun jembatannya selama 8 tahun.  Itu berarti ia bekerja keras selama itu.  Ia juga harus mengatasi keluarganya yang merintangi.   Dan yang terpenting, ia harus mengatasi keraguan dalam dirinya sendiri.  

Sang pemuda Cina sukses.  Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.

Ia sabar bekerja.  Ia sabar menahan rintangan orang tua.  Ia sabar mengatasi masalah-masalah teknis pembangunan jembatan.  Ia sabar menanti kekasihnya.  Sang kekasih pun sabar menantinya.  Apa yang terjadi bila sang pemuda tidak sabar?  Ia akan mengubur tujuannya!!!  Ia akan mencari gadis tetangga saja.  Dengan begitu, ia  hanya perlu membangun jembatan pendek.  Itupun dibantu keluarganya.
Itulah yang terjadi dengan para pebisnis yang tidak sabar.  Berbagai masalah yang ia hadapi membuatnya menyerah berusaha.  Akhirnya ia kubur mimpinya.

Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul.  Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang,  dan sebagainya mereka berhenti.  Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…

Saya punya seorang teman yang tidak sabaran.  Bisnisnya terus berganti.  Suatu kali ia buka konveksi.  Eh, tiga bulan berikutnya, ia ganti bisnis jadi agen asuransi.  Belum dua bulan, ia ganti lagi jadi bisnis aquarium.  Tidak lama berselang, ia beralih ke bisnis multimedia. 

Saya katakana padanya: “Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”.  Semoga saja ia melakukannya.

Bersabar memang berat.  Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat.  Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal.  Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun. 

Misalnya tujuan awal anda adalah Rp. 100 juta per bulan.  Bisnis anda adalah voucher pulsa.  Anda sudah berusaha tapi belum berhasil.  Anda pun memutuskan berhenti.  Nah, ketika anda akan berbisnis lagi, anda pasti menurunkan tujuan anda.  “Sudah terbukti Rp. 100 juta tidak bisa dicapai.  Karena itu tujuan saya sekarang adalah Rp. 50 juta.“ 

Duh,… satu kegagalan membuat tujuan turun 50%.  Apalagi bila harus gagal seperti Thomas Alva Edison.  Ia gagal 10.000 kali.  Untungnya, Edison bersabar. Tujuannya tidak berubah.  Ia harus menemukan logam yang tepat untuk bola lampunya.

Bersabar yang benar harus cerdas.  Apa artinya?  Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda.  Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama.  Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama.  Itulah sebabnya bersabar harus cerdas.  Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.

Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar.  Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama. 

Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu.  Kegagalan anda jadi tidak ada artinya.  Anda jadi benar-benar gagal.  Orang sabar, harus cerdas.  Jadilah kreatif. 

Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik.  Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah.  Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi. 

Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?

Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah
Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).

Pendekatan Reactive
 Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:
  • Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
  • Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
  • Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah
  • Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.

Pendekatan Receptive
 Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:

Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
  • Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
  • Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
  • Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.

Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.

Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More